SIM PKB Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ( SIM PKB )

Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan alat penghasil informasi yang menekankan pada alat untuk membantu dalam pengambilan keputusan, serta digunakan untuk melakukan pengendalian atau kontrol, analisis dan visualisasi, yang terdiri atas kumpulan interaksi dari sub-subsistem informasi. Sistem informasi manajemen yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru menggunakan Sistem Informasi Manajemen Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB).



Tujuan penggunaan

SIM PKB

adalah sebagai alat bantu dalam proses pengolahan, pengendalian, dan pelaporan pelatihan Kurikulum 2013.

SIM PKB

dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan digunakan oleh seluruh komponen terkait dalam kegiatan pelatihan kurikulum 2013.

Ruang Lingkup dari SIM PKB terdiri dari:
A. Pengelolaan data sekolah sasaran dan Sekolah Inti;
B. Pembentukan Rayon dan Kelompok Kerja;
C. Pengelolaan Instruktur;
D. Pembentukan Kelas; dan
E. Pengelolaan Dokumen dan Laporan.

Ruang lingkup sebagaimana di atas diuraikan sebagai berikut:

A. Pengelolaan Sekolah Sasaran dan Sekolah Inti

1. Direktorat Jenderal GTK menyediakan calon sekolah sasaran pelatihan kurikulum 2013 basis Data Pokok Kependidikan (Dapodik);
2. LPMP, PPPPTK, LPPKS, LPPPTK-KPTK, bersama Dinas Pendidikan melakukan proses validasi dan verifkasi data sekolah sasaran pelatihan kurikulum 2013;
3. Apabila diperlukan, Dinas Pendidikan dapat melakukan pengajuan sekolah sasaran baru berkoordinasi dengan LPMP;
4. Direktorat Jenderal GTK melakukan penetapan sekolah sasaran pelatihan Kurikulum 2013;
5. Dinas Pendidikan mengajukan sekolah sasaran yang difungsikan sebagai Sekolah Inti berkoordinasi dengan LPMP; dan
6. Direktorat Jenderal GTK menetapkan Sekolah Inti penerima bantuan.

B. Pengelompokan Sekolah Sasaran

Pengelompokan Sekolah Sasaran dilakukan oleh Direktorat Jenderal GTK Kemdikbud dengan mempertimbangkan faktor-faktor geografis dan waktu tempuh antar sekolah sasaran. Setiap kelompok terdiri dari 7 (tujuh) sampai dengan 40 (empat puluh) sekolah sasaran dengan jenjang sekolah yang sama.

SIM PKB
SIM PKB

C. Pengelolaan Instruktur

1. PPPPTK , LPPKS, dan LPPPTK-KPTK, LPMP mempersiapkan calon instruktur yang akan bertugas pada kegiatan pelatihan Kurikulum 2013;
2. Setiap instruktur yang akan ditugaskan wajib telah mengikuti kegiatan pelatihan atau penyegaran Kurikulum 2013;
3. Sekolah Inti/Dinas Pendidikan mengajukan instruktur yang akan ditugaskan dalam kelas pelatihan Kurikulum 2013;
4. Dalam hal terjadi sesuatu pada pelaksanaan kegiatan yang mengakibatkan instruktur tidak dapat melaksanakan tugas, maka dapat digantikan oleh instruktur lain yang telah mengikuti Pelatihan/Penyegaran Instruktur; dan
5. Instruktur yang bertugas dalam kelas diwajibkan untuk melakukan pelaporan kegiatan harian melalui SIM-PKB berbasis perangkat komunikasi bergerak.

D. Pembentukan Kelas

Mekanisme pembentukan kelas pelatihan terdiri dari proses penjadwalan, lokasi registrasi peserta dan penugasan instruktur Direktorat Jenderal GTK mempersiapkan kelas-kelas diklat untuk setiap kelompok.

1. Kelas yang dipersiapkan pada program pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru pendidikan dasar adalah kelas pelatihan guru kelas dan/atau mata pelajaran sesuai dengan jenjangnya.
2. Sekolah Inti berkoordinasi dengan sekolah sasaran di wilayah kelompok kerjanya dalam proses pengajuan jadwal dan registrasi peserta.
3. Sekolah Inti mengajukan instruktur yang akan bertugas pada kelas pelatihan Kurikulum 2013.
4. Dinas Pendidikan menyetujui jadwal, lokasi, peserta dan instruktur.
5. PPPPTK , LPPKS, LPPPTK-KPTK dan LPMP melakukan monitoring dan koordinasi terhadap pembentukan kelas pada sekolah inti.

E. Pengelolaan Dokumen dan Pelaporan

Dokumen-dokumen disediakan dan dapat dicetak oleh pihak penerima bantuan(Sekolah Inti) melalui SIM-PKB untuk kemudian dilengkapi dan disahkan oleh pihak-pihak terkait baik sebelum kegiatan pelatihan diselenggarakan maupun setelah kegiatan pelatihan diselenggarakan sebagai bahan pelaporan.

Dokumen yang harus dipersiapkan sebelum kegiatan pelatihan berlangsung terdiri dari:

1. Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS)
a. Surat Perjanjian Kerja Sama (Untuk Pihak Pertama);
b. Lampiran Perjanjian Kerja Sama (Untuk Pihak Pertama);
c. Surat Perjanjian Kerja Sama (Untuk Pihak Kedua);
d. Surat Perjanjian Kerja Sama (Arsip);

2. Rencana Anggaran Biaya (RAB);
3. Surat Pernyataan Kesanggupan Sekolah Inti Melaksanakan Pekerjaan;
4. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);
5. Surat Pernyataan Kesanggupan Menggunakan Banpem dan Menyetorkan Sisa Dana;
6. Pakta Integritas;
7. Kuitansi Penerimaan Dana Bantuan Pemerintah.

Dokumen yang harus disiapkan oleh Sekolah Inti setelah kegiatan pelatihan berlangsung sebagai bagian dari syarat pelaporan terdiri dari:
1. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB);
2. Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Operasional (LPBO).

Sedangkan aplikasi SIM PKB sendiri adalah aplikasi android yg berguna untuk memudahkan dalam mengakses website SIM PKB. Aplikasi tersebut dapat di download pada link di bawah ini.



Download Disini.

%d blogger menyukai ini: